Mayoritas Pembeli Properti Kini Mencari Secara Online: Fakta Berdasarkan Data Survei

Perilaku konsumen di industri properti telah mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya proses mencari rumah atau tanah identik dengan survei dan kunjungan langsung ke agen, kini proses tersebut dimulai dari internet. Selain itu, berbagai survei industri properti internasional menunjukkan bahwa mayoritas pembeli properti menggunakan platform online sebagai langkah awal pencarian. Fakta bahwa pembeli properti mencari secara online kini menjadi tren utama di industri ini. Mereka melakukannya sebelum melakukan kontak dengan penjual atau agen.

Salah satu laporan paling banyak dijadikan acuan adalah Profile of Home Buyers and Sellers yang dirilis oleh National Association of Realtors (NAR). Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa sekitar 89% pembeli rumah menggunakan internet dalam proses pencarian properti. Internet digunakan untuk melihat listing, membandingkan harga, mengecek foto dan video properti, hingga mempelajari lingkungan sekitar. Selain itu, data ini menegaskan bahwa kehadiran properti di platform digital bukan lagi sekadar pelengkap. Sekarang hal tersebut merupakan kebutuhan utama.

Lebih lanjut, survei yang sama juga mengungkap bahwa lebih dari 50% pembeli menemukan rumah yang akhirnya mereka beli melalui pencarian online. Artinya, keputusan membeli properti sangat dipengaruhi oleh apa yang pertama kali dilihat calon pembeli di layar ponsel atau laptop mereka. Dengan demikian, properti dengan tampilan visual yang menarik dan informasi lengkap memiliki peluang jauh lebih besar untuk dipilih. Properti tersebut lebih diminati dibandingkan properti yang minim eksposur digital.

Data lain dari berbagai riset pemasaran properti juga menunjukkan bahwa pencarian online sering menjadi titik awal sebelum pembeli menghubungi agen. Sekitar 40–45% calon pembeli memulai prosesnya dengan browsing properti secara online, lalu menyaring beberapa pilihan terbaik sebelum melakukan survei langsung. Karena pola ini, proses penjualan menjadi lebih cepat. Hal ini dikarenakan pembeli yang datang ke lokasi umumnya sudah memiliki minat yang serius.

Tidak kalah penting, tren pencarian properti saat ini bersifat mobile-first. Sebagian besar pencari properti mengakses listing melalui smartphone. Hal ini menuntut penjual dan platform properti untuk memastikan tampilan website responsif, cepat diakses, dan mudah dipahami. Website yang lambat atau foto yang tidak optimal sering kali membuat calon pembeli langsung berpindah ke listing lain.

Bagi pemilik properti, data survei ini membawa pesan yang sangat jelas. Mengandalkan cara konvensional seperti spanduk, brosur, atau promosi terbatas sudah tidak cukup untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Oleh sebab itu, properti perlu dipasarkan secara digital dengan strategi yang tepat. Strateginya mulai dari foto profesional, deskripsi yang informatif, hingga distribusi ke berbagai kanal online.

Kesimpulannya, data survei membuktikan bahwa mayoritas pembeli properti kini mencari secara online. Penjual yang mampu menyesuaikan diri dengan perilaku digital konsumen akan memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan. Di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, kehadiran digital yang kuat adalah kunci agar properti lebih mudah ditemukan. Selain itu, properti juga lebih cepat diminati dan lebih cepat terjual.

Rekomendasi Properti Terpopuler

Rp 3.950 M

Rp 470 Juta

Rp 3 Juta

Bulanan

Rp 790 Juta

Rp 5.5 M

Rp 560 Juta

Rp 1.5 M

Rp 1.2 M

Rp 3 Juta

Bulanan

Rp 525 Juta